Lanjutan Part 1
Clariss dengan kasarnya membanting pintu mobil sampai waktu jadi kembali seperti semula. Jika membandingkan Clariss dan Claudy sungguh terlihat berbeda, Claudy yang anggun, manis, perhatian dan berwibawa, sedangkan Clariss yang simple, terlihat cuek, nyolot, gak pinter pula, semua orang pasti memandang rendah Clariss. Clariss segera kabur tanpa pamit atau berbasa-basi-ria dengan Claudy yang menjadi korban amuk Clariss. Clariss segera memasuki kelas X1 tanpa basa-basi. Tampang garangnya langsung terlihat jelas didepan cowok-cowok yang lagi nongkrong dekat pintu kelas. “Cielah! Princess of Darkness udah dateng, nih!” goda Rekka si cowok jayus sekelas X1. Akibat Rekka menggoda Clariss, Rekka jadi salah satu korba amuk Clariss, Rekka mendapatkan penghargaan besar karena telah diberikan pandangan setan oleh Clariss. Clariss langsung melengos melihat Rekka yang terlihat sangat tertohok, kalau ini didalam komik, mungkin Rekka sudah mengeluarkan gambar keringat segede gajah beleduk sekarang. Tidak dapat dibayangkan, diberikan pandangan mata setan oleh sang Princess of Darkness, dipagi yang secerah itu. Clariss segera mengambil tempat duduknya dengan kasar, dan melempar tasnya dibangku, Tristan yang duduk disebelahnya sambil berkantuk-ria langsung melonjak kaget. Clariss melihat Tristan yang sedang terkantuk-kantuk melonjak karena ia membanting tas langsung menjulurkan lidah sambil meminta maaf. Tristan yang kaget hanya tersenyum tipis lalu melanjutkan kembali mimpi indahnya yang mungkin saja sedang bertemu dengan salah satu anggota teletubies. Ketemu teletubies kali si Tristan, ya? Aduh! Sorry, ya, Tristan my sweety, gw ganggu mimpi indah lu deh! Ahahahaha… batin Clariss tertawa membayangkan Tristan yang keren-keren begitu tapi masih mimpi tentang teletubies idola anak TK, mengikik ‘lah dia. Clariss keluar dari kelas dan menghampiri kelas X2, kelas Karyn. Karyn adalah teman terdekat bagi Clariss, karena Karyn selalu memaklumi kebiasaan buruk Clariss, bahkan Karyn selalu meredakan emosi Clariss jika dia diejek Princess of Darkness. “Karyn! Karyn!” teriak Clariss didalam kelas X2. Karyn yang sedang nyaman-nyamannya menyalin tugas dari buku salah satu temannya langsung berdiri dan menengok sebentar pada Clariss lalu kembali menyalin tugas. “Ih, Karyn! Kok kacang mahal sih?! Sebel, ah!” ucap Clariss sambil merajuk. Karyn masih tetap tidak bereaksi, Clariss segera meninggalkan kelas X2 tanpa basa-basi. Clariss benar-benar emosi, baru saja hari pertama masuk sekolah diminggu ketiga bulan Februari, ia sudah mendapat mood yang tidak enak, padahal kemarin baru saja valentine’s day. “Brukk!” suara itu terdengar sangat keras, Clariss terpental setelah menabrak seseorang yang belum diketahui siapa. “Aduh… Sakit tau! Jalan liat-liat, kek!” omel Clariss penuh amarah. “Elu yang liat-liat! Elu juga yang nabrak! Lu gak cukup punya dua mata? Beli sono kacamata kuda! Biar jelas! Masa badan segede gini gak keliatan?!” omel orang yang ditabrak Clariss tidak mau kalah. “Elu tuh! Elu aja yang beli kacamata kuda! Mata gw sehat wal-afiat kok! Mata lu aja tuh, lonjong!” balas Clariss tetap tidak mau kalah. Mereka berdua bangun sambil memegangi pantat masing-masing yang terasa seperti digebuk pake gedebong pisang. Setelah cukup meringis, Clariss menengok siapa yang berani-berani menabrak Clariss yang bergelar Princess of Darkness itu. Dilihat dari bawah, orang yang menabrak Clariss pasti laki-laki, karena dia mengenakan seragam sekolah dengan celana berwarna hijau lembut. Miki, Miki Arstan Putra, Clariss masih mengingat nama Miki dengan baik, Miki adalah teman SD sampai SMP Clariss dulu, yang saat SMP kelas dua pindah ke Sydney. Clariss nyaris tidak percaya bisa bertemu dengan Miki lagi di SMA ini, “Lo itu Miki?” Tanya Clariss memastikan. “Apa urusan lo? Nama gue emang Miki, anak baru disini. Jangan lo kira mentang-mentang gue anak baru, lo bias nindas gue sesuka hati lo, ya.” omel Miki tetap berlanjut. “Oh. Jadi ini dia Miki yang disebut-sebut sama satu sekolah, pindahan dari Sydney. Ternyata tinggal diluar negeri gak menjamin kelakuan, ya. Dari Sydney bukannya bawa ilmu cuma bawa tampang!” Clariss menanggapi dengan dingin sambil terpaku menatap mata Miki yang ber-softlens hijau cerah dengan nyali yang ciut. “Eh, jaga mulut lo baik-baik selama lo masih bisa ngomong, sebelum mulut lo gue ceburin dalam kamus contoh orang gak sopan dan gak tau diri. Tau apa lo tentang gue, sampai bisa menghina gue sedalem itu? Lu bukan siapa-siapa. Hanya seonggok sampah dimata gue.” ucap Miki geram. “Gue gak butuh lo pandang tinggi.” Clariss benar-benar menanggapi dengan dingin, entah memang cuek atau pura-pura cuek dengan Miki. “Heh! Lu tuh, ya… Sotoy banget lu?” Miki makin geram, sedangkan Clariss tetap tidak berkutik. Clariss hanya memperhatikan Miki dari ujung rambut teratas sampai ujung kaki terkecil dengan tatapan sinis pangkat lima. Melihat Clariss yang memperhatikan Miki dengan tatapan sinis pangkat lima, Miki juga memperhatikan Clariss dengan tatapan yang tidak kalah sinis. Miki membutuhkan kira-kira dua menit memperhatikan Clariss hingga mengingat bahwa Clariss adalah teman dari kecilnya dulu. “Lu tuh sebenernya siapa? Kayaknya gue pernah liat wajah lo.” “Ah! Gue inget, lo Clariss, ya?” Tanya Miki dengan nada gusar. Clariss masih tidak menjawab, seolah sedang mencerna pertanyaan tersulit yang perlu dipikirkan selama satu jam. “Lu Clariss, anak X1 yang dijuluki Putri Setan, ya ‘kan?” ujar Miki lagi tanpa ragu. Mendengar kata-kata “Putri Setan” Clariss yang tadinya hanya diam jadi meledak. “Apa?! Berani banget lu, yeh! Gak kenal gue tapi sembarangan ngatain orang! Go to hell lo sana!” “Clariss yang sekarang galak banget, udah gitu omongannya menohok banget.” ucap Miki tersenyum jahil. Clariss emosi tingkat tinggi, sedangka Miki yang melihat perubahan muka Clariss langsung tertawa kecil. “Lo itu bener-bener CDW? Rasanya bener-bener beda. Auranya, aura dingin.” Miki berbisik. “Ya, itu urusan gue. Seberubah apapun gue, gak ada hubungan sama lo.” Lalu dengan sketsa sok pahlawan, Karyn yang sudah selesai menyalin tugas langsung menghampiri Clariss dan Miki yang sedari tadi diperhatikan anak-anak satu kelas. “Weits, ada apaan nih?” tidak ada yang merespon pertanyaan Karyn, Karyn jadi bingung sendiri melihat tingkah kedua temannya itu. Clariss yang mengeluarkan keringat dingin segede gaban dan Miki yang mengalihkan pandangan sambil memegang tas selempang Ocean Planet-nya dan bikin-bikin gaya cool yang membuat anak-anak cewek satu sekelas kelepek-kelepek perhatiinnya. Jadi ini MAP, gue gak percaya perubahan drastic, dari dulu gue akui memang dia cakep. Namun rasanya sekarang ada yang beda, ada yang ditutupin, terutama dari gue, batin Clariss memperhatikan Miki. “Oh iya, Clariss kenalin, ini anak baru di kelas gw, namanya Miki. Kalo gak salah nama panjangnya Miki Arstand Putra. Dia baru pindah sekitar beberapa minggu yang lalu. Dia ini most wanted loh, sekaligus pacarnya Marcha yang cantik itu loh.” Ujar Karyn meramaikan suasana. Dengan mendukung, Miki menjulurkan tangan, Clariss tetap tidak berkutik, berjabat tangan saja tidak mau. “Miki.” Ucap Miki pelan. Sepertinya Karyn tidak mendengar perdebatan Miki dan Clariss tadi. Karyn masih kebingungan melihat temannya itu. Karyn menyenggol Clariss agar mau berjabat tangan dengan Miki, tapi Clariss hanya menatap rendah Miki dan dengan gerakan cepat meninggalkan kelas X2.
bersambung...
N.B : I'm sorry readers, there's no english version for now... I really sorry. :)